Saluran Kami

Friday, 18 December 2015

Stay with Allah


What is the difference between making du'a to Allah, and pouring your heart to Allah?
Making du'a to Allah is when u want something, of your needs and you ask of Him.And Allah said 'Call upon Me, I will respond to you'
But there is something so special than that. It is pouring your heart to Allah.
Pouring your heart to Allah is when you are not sure what to ask, because wallahi you don't know anything best for you. Therefore...
Ya Allah I let You save me.
Ya Allah, for what had scared me, never ever scares You.
For what has weaken me, never ever weakens You.
Ya Allah for what has hurt me, never ever hurt You.
Ya Allah for what has consumed me, never ever consume You.

Allah has 99 different beautiful names, that firstly the first thing that Allah taught a human being, Prophet Adam a.s.And theres so much special reasons behind that. Because every of His 99 names perfected our needs. SubhanaAllah.Allah says, He is Ya Waduud (the Most Loving) meaning there is no one could love you more than Him.Allah says, He is Ya Wahhab (the Most Giving) , means there is no one could give you more than Allah. SubhanaAllah.Allah says He is Ya Sami' (the Most listening) means there is no one could ever listen to your wants, your needs, your pouring heart more than Allah.

Never leave the One who endears Himself to you so much. For wallahi, you are more to Him, than everyone else you had ever love. So, stay my dear, don't go.
Stay with Allah.
NS


Saturday, 12 July 2014

Nota Ramadan #14 : 5 Kali Sehari



Dalam kehidupan kita, sebenarnya kita telah berlatih untuk berdiri di hadapan Allah SWT. Lima kali sehari di dalam solat.

Solat antara tujuannya adalah untuk kita membersihkan diri. Menjamin kewarasan akal dan minda, dengan bergantung secara terus menerus dengan Allah SWT sepanjang menelusuri hari-hari. Ia seakan titik rehat kita dalam kelelahan mengharungi kehidupan dunia yang penuh pancaroba.

Solat sepatutnya mengingatkan kita akan hari perhitungan kelak. Kerana di dalam solat tiada bicara yang dibenarkan melainkan apa yang dibenarkan. Pergerakan kita juga terbatas dan tidak boleh berbuat sesuka hati. Solat adalah penyerahan sepenuhnya kepada Allah SWT, ibadah yang mengingatkan kita bahawa kita punya Tuhan, di dalamnya kita ruku’ dan sujud mengkerdilkan diri, mengakui kebesaran Allah SWT bukan sekadar dengan ungkapan ‘Allahuakbar’, tetapi dengan tindakan hingga sanggup melekapkan dahi kita ke tanah.

Di dalamnya penuh dengan doa-doa, saat iftitah, kala ruku’, kala sujud, kala duduk antara dua sujud dan tahiyyat akhir, yang sepatutnya kita sedar itu semua bukan ritual kosong. Tetapi benar-benar ibarat sebuah tali yang mengikat kita kepada Allah SWT.

Ia sepatutnya menjadikan kita sedar akan hubungan yang kita ada dengan Allah SWT.


Hubungan seorang hamba kepada Tuhannya.

Menjadikan kita apabila mengharungi kehidupan, berusaha untuk mematuhi perintahNya, dan meninggalkan segala apa yang dilarang olehNya.


Bayangkan, sebaik sahaja kita usai solat, dengan segala ketundukan dan kekerdilan yang kita tunjukkan, dengan segala doa dan pengharapan, kemudian kita menzalimi orang, mengumpat dan menyumpah seranah, tengok perkara maksiat, melakukan yang haram, dan kemudian kita solat lagi?

Sepatutnya kita akan rasa malu bukan?

Dan itulah simulasi yang kita lalui saban hari sehingga kematian kita. Untuk mengingatkan kita yang akan sampai pada kita satu hari pula, di mana kita akan berdiri sekali sahaja. Dan berdiri itu yang paling lama, diperiksa dengan sangat detail akan seluruh detik kehidupan kita. Kemudiannya tiada berdiri sekali lagi sebagai peluang kedua. Kerana selepas berdiri yang satu itu, kita sama ada mendapat syurga, atau dilempar ke neraka.

-langit ilahi

Seek Refuge with Allah from Satan [Juz 14] - Nouman Ali Khan


When you recite the Qur'an, Satan will come and try to put you to sleep, he will put evil thoughts in your head, and remind you about the 20 other things you have to do. So start reciting by saying, "A'udhu billahi min ash-shaytaan-ir-rajeem" (I seek refuge with Allah from Satan the accursed).


Friday, 11 July 2014

Nota Ramadan #13 : Sedekah



“Barangsiapa memberi makan pada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun dari pahalanya.” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi).

Bulan Ramadhan adalah saat Allah berderma kepada para hamba-Nya denga rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Terutama pada Lailatul Qadar. Allah taala melimpahkan kasih-Nya kepada para hamba-Nya yang bersifat kasih, maka barangsiapa berderma kepada para hamba Allah niscaya Allah Maha Dermawan kepadanya dengan anugerah dan kebaikan. Balasan itu adalah sejenis dengan amal perbuatan.
Sedekah tidak akan menyempitkan harta seseorang hamba Allah,mala dilipat kali ganda nilainya

Stop Complaining & Be Grateful [Juz 13] - Nouman Ali Khan


If we show Allah just a little bit of gratitude, He tells us, 'I will increase you, and increase you, and increase you, I swear to it. If you could only show Me the least bit of gratitude.


Nota Ramadan #12 : Apa kabar graf puasa anda?




Ramai yg kata,katanya syaitan da kene lockup,tapi masih ada org buat jahat dan makan dibulan puasa. tipula ni semua.

beginilah... 

Cer kita ade secawan air putih dan serbuk kopi..
Ibaratkn kiita putih seperti air putih namun dicampur sedikit demi sedikit serbuk kopi kedalam air putih lalu dikacau sehingga sebati.

soalannya ,apakah boleh dijadikan putih kembali selepas beberapa lama dikacau oleh serbuk kopi. jawapannya pasti tidak.

begitula dengan kita,sering berbuat jahat serta maksiat dan melanggar peintah Allah,pasti ianya sudah sebati dengan yang kita lakukan,maka tidak mustahil jikalau nampak orang makan atau berbuat kejahatan di bulan puasa.

Oleh itu lebih baik kita doakan supaya mereka diterima hidayah daripada kita berbual kosong..

Selamat berbuka puasa..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...